ALAM ALAM KEHIDUPAN MANUSIA
ALAM RUH
Ruh,satu kata sederhana yang
terbentuk dari susunan 3 huruf ternyata tidak mampu dijabarkan secara detil
oleh manusia. Kamus-kamus bahasa yang ada di dunia juga tidak dapat menjabarkan
arti ruh secara gamblang.
Ini merupakan salah satu bukti
kebenaran yang di bawa oleh Rasulullah melalui firman Allah : " Dan
mereka bertanya kepadamu tentang ruh, katakanlah, 'Ruh itu termasuk urusan
Tuhanku, dan tiadalah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit' " (QS.
17 : 85).
Di dunia modern, banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui rahasia ruh. Menyingkap keberadaan ruh saat manusia masih hidup dan juga saat ruh meninggalkan badan (mati).
Bukan pengetahuan tentang ruh yang diperolehnya, tetapi justru manusia menjadi kebingungan dan bahkan tidak mendapat apa-apa.
Di dunia modern, banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui rahasia ruh. Menyingkap keberadaan ruh saat manusia masih hidup dan juga saat ruh meninggalkan badan (mati).
Bukan pengetahuan tentang ruh yang diperolehnya, tetapi justru manusia menjadi kebingungan dan bahkan tidak mendapat apa-apa.
Ruh adalah suatu yang abstrak,
yang tidak kasat mata, yang tidak dapat di raba dan dilihat. Ruh hanya dapat
dirasakan dan dipahami melalui pendekatan agama, bukan secara ilmiah.
Dalam Al-Quran, Taurat dan kitab suci yang lain sangat sedikit sekali penjelasan tentang masalah ruh. Sekali lagi ruh adalah rahasia Tuhan dan sedikit sekali ilmu yang diberikan Allah mengenai hakekat ruh ini. Disini peranan agama, akal dan nurani mulai sangat diperlukan oleh manusia.
Karena ruh bersifat abstrak, hanya pendekatan kepada Tuhan saja yang mampu menyibak rahasia keajaiban ruh, akal sebagai kelebihan yang diberikan Tuhan kepada manusia (tidak diberikan kepada malaikat & mahluk lain) sebagai alat untuk menterjemahkan ayat-ayat Allah. Sedangkan hati nurani merupakan jembatan yang menghubungkan antara Tuhan & akal manusia.
ALAM RAHIM
Pengertian
1. Alam
arham adalah ketika manusia berada di rahim ibunya. Arham adalah bentuk
jamak dari kata “rahim”. Rahim berarti kasih sayang. Alam arham adalah suatu
alam di mana manusia dibentuk atas dasar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Saat di alam arham ini, sejak itulah terjalin kasih sayang yang disebut
silaturahim.
2. Alam Rahim adalah masa kehidupan manusia sejak dalam tulang sulbi ayah dan rahim ibu
sebelum dilahirkan. Ketika Allah SWT menciptakan Adam a.s. Dia menyimpankan
zurriyat di tulang punggungnya yaitu kaum “ahli kanan” (ahlulyamin) dan
kaum ahli kiri (ahlul-syimal). Allah SWT pernah mengeluarkan semua
zurriyat ini dari tulang punggung Adam a.s. pada hari mitsaaq (hari
pengambilan janji manusia untuk mengakui keesaan dan ketuhanan Allah SWT di
Na'man, sebuah lembah yang dekat padang Arafah)
Sebelum rahim itu ditempelkan kepada manusia, sebelum ditempelkan kepada
manusia rasa kasih sayang Allah itu di sifat rahim tersebut, maka dia (rahim)
berbicara kepada Allah, “Tuhan, inilah saatnya aku berlindung kepada-Mu dari
putusnya tali kasih sayang.”
Dijawab oleh Allah, “Ketahuilah wahai rahim, Aku
akan terhubungkan dengan orang yang menghubungkan denganmu, dan Aku akan
memutuskan hubungan dengan orang yang memutuskanmu.” (Hadits Qudsi)
Kalau kita bertanya, apakah sekarang Allah sedang
menyayangi kita atau tidak? Maka jawabannya, apakah sekarang kita sedang
memutuskan persaudaraan atau tidak. Ketika durhaka terhadap ibu kita, maka
berarti kita putus dari rahmat Allah. Ketika bermusuhan dengan saudara kita,
berarti kita putus dengan rahmat Allah. Karena itulah, seperti diinformasikan
Alquran, bahwa dosa kedua sesudah durhaka kepada Allah adalah dosa memutuskan
silaturahim.
(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian
Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah
(kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi.
Mereka itulah orang-orang yang rugi. (Q.S. Al-Baqarah: 27)
Dosa pertama manusia adalah mengingkari janji
dengan Allah. Jika orang tersebut mulanya bertauhid tapi kemudian syirik, maka
itu berarti dia melanggar janji dengan Allah. Semua ibadah yang dia lakukan menjadi
tidak berarti. Dosa kedua adalah memutuskan apa yang diperintahkan oelh Allah
untuk dihubungkan, yaitu silaturahim.
Informasi dari Alquran mengenai alam rahim adalah
sebagai berikut:
(12) Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan
manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. (13) Kemudian Kami jadikan
saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). (14)
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami
jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang,
lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia
makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling
Baik. (Q.S. Al-Mu’minun: 12-14)
Ketika di dalam rahim ibu, jasad kita diciptakan
dalam 7 tahap. Pertama, saripati
tanah. Kedua, nuthfah (air mani yang
bercampur dengan telur). Ketiga,
‘alaqah (segumpal darah yang melekat pada dinding rahim). Keempat, mudgah (segumpla daging yang warnanya merah
kehitam-hitaman). Kelima, tulang-belulang.
Keenam, tulang itu dibungkus oleh daging.
Ketujuh, diberi bentuk lain, maksudnya dia tidak sama dengan bapaknya,
tidak sama dengan ibunya, tidak sama dengan orang yang lain, sehingga tak ada
manusia yang sama. Jangankan wajahnya, jangankan organ tubuhnya, bahkan sidik
jarinya pun berbeda. Sehingga, karena sidik jari setiap manusia itu unik dan
pasti berbeda, maka salah satu manfaatnya adalah polisi menjadi mudah
mengidentifikasi kejahatan yang dilakukan oleh seseorang melalui sidik jari yang
ditinggalkannya.
Dalam suatu buku berjudul “Al-Arqam wa Tarqim fil Qur’anil Karim (Angka
dan Bilangan dalam Al-Qur’an)” diuraikan, bahwa al-insaan (dalam bahasa Arab)
yang artinya adalah manusia jumlah hurufnya adalah 7 (alif, lam, alif, nun,
sin, alif, nun). Mengapa al-insan itu terdiri dari 7 huruf? Karena manusia
diciptakan dalam rahim melalui 7 tahap. Kemudian dia hidup di alam dunia 7 hari
dalam sepekan. Nanti setelah meninggal dunia, maka 7 alam lagi yang akan
dijalani manusia, yaitu sakaratul maut, alam barzah, kiamat, yaumul ba’ats,
yaumul mahsyar, neraka, dan, surga.
Karena itulah, ibadah haji itu serba tujuh:
thawaf 7 putaran, sa’i 7 kali bolak-balik antara Shafa dan Marwa, melontar
Jamrah 7 kali. Jadi semua ini sudah diatur secara sistematis oleh Allah.
Disebutkan juga di buku tersebut, bahwa manusia
berada di antara pengaruh dua makhluk, sebelah kanannya malaikat, sebelah
kirinya setan. Setan di dalam bahasa Arab adalah asy-syaithaanu. Malaikat
bahasa Arabnya adalah al-malaaikatu. Jumlah huruf kedua-duanya sama-sama 7
huruf. Al-malaaikatu (alif, lam, mim alif hamzah, kaf, ta) dan Asy-syaithaanu
(alif, lam, syin, ya, tha, alif, nun).
Kalau seperti ini, mungkinkah Alquran itu
karangan Nabi Muhammad? Tidak mungkin.
Selanjutnya dalam buku itu juga disebutkan, bahwa
kata-kata al-malaaikat dan kata-kata asy-syaithaan itu di Alquran terulang sama
banyaknya, yaitu sama-sama 89 kali. Selanjutnya, masing-masing mempengaruhi
manusia dengan 7 cara pula. Malaikat mempengaruhi manusia melalui 7 cara, dan
setan pun menyesatkan manusia melalui 7 cara.
Setelah bentuk lain sempurna (seluruh organ tubuh
manusia sempurna), disebutkan di dalam Alquran:
Maka apabila Aku telah menyempurnakan
kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah
kamu kepadanya dengan bersujud. (Q.S. Al-Hijr: 29)
Pada usia berapakah ruh tersebut ditiupkan? Di
Alquran memang tidak disebutkan, tetapi di hadis disebutkan, yaitu pada usia 4
bulan (120 hari). Karena itulah, ibu-ibu yang hamil ketika 4 bulan mulai terasa
di perutnya. Ketika itulah baru disebut manusia. Jadi, penggabungan ruh dan
jasad itu terjadi di alam rahim. Karena manusia itu diciptakan dari dua
komponen super, yaitu ruhnya dari Allah dan jasadnya dari tanah, maka manusia
terikat dengan pemenuhan kebutuhan ruhani dan jasmani.
Perkembangan kejadian jasad 7 tahap menjadi
sempurna sesudah 4 bulan Allah meniupkan ruh-Nya, maka jadilah manusia sebagai
makhluk yang mono-dualistik (dua komponen dalam satu diri), yaitu komponen
Ilahiah berupa ruh dan komponen benda berupa jasad.
Manusia menjadi hidup karena bergabungnya ruh
dengan jasad. Begitu ruh keluar dari jasad, berarti manusia mati. Jasmani
manusia asalnya tanah, jenisnya materi, sifatnya syahadah, kondisinya berubah
dan rusak, masanya di dunia saja, kebutuhannya santapan jasmani, nilai ukuran
santapan jasmani adalah uang. Ruhani manusia asalnya dari cahaya Allah,
jenisnya immateri (bukan benda), sifatnya gaib, kondisinya kekal, masa hidupnya
dunia sampai akhirat, kebutuhannya santapan ruhani, nilai ukurannya adalah
pahala.
Semakin banyak pahala yang diproduksi dari iman
dan amal shalaeh, maka akan semakin bahagia ruhnya. Semakin mampu manusia
memproduksi uang, maka semakin terpenuhi kesempurnaan kebutuhan jasmaninya,
sehingga semakin bahagia jasadnya. Tapi yang patut diingat, uang itu berguna
untuk jasad yaitu selama jasad itu hidup, sedangkan jasad itu hanya hidup di
dunia. Jadi, yang banyak uangnya bisa bahagia, namun hanya di dunia. Baru
bahagia akhiratnya jika uangnya diubah menjadi pahala, seperti diinfakkan,
dizakatkan, dan disedekahkan.
Sesudah digabungkan ruh dan jasad di alam rahim,
lalu oleh Allah diberi hidayah (petunjuk). Di dalam Alquran disebutkan, bahwa
Allah menciptakan manusia untuk mengujinya:
(1) Bukankah telah datang atas manusia satu waktu
dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
(2) Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang
bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena
itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. (3) Sesungguhnya Kami telah
menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.
(Q.S. Al-Insaan: 1-3)
Maka Allah memberikan petunjuk kepada manusia,
yaitu: Pertama, hidayatul wujdan (naluri). Kedua, hidayatul hawaas (indera).
Ketiga, hidayatul ‘aqli (akal atau logika). Keempat, hidayatud-diin (petunjuk
agama atau iman).
Binatang diberikan petunjuk oleh Allah berupa
hidayatul wujdan (naluri). Binatang tergerak mencari makan melalui nalurinya.
Dia merasa ada bahaya, dia harus menghindar dari bahaya tersebut karena
nalurinya. Hidayatul wujdan ini diberikan kepada binatang, tumbuh-tumbuhan, dan
manusia.
Kemudian disempurnakan lagi dengan hidayatul
hawaas (indera), yaitu berupa pendengaran, penglihatan, perabaan, pencicipan,
dan penciuman. Indera ini diberikan kepada binatang dan manusia, sedangkan
tumbuh-tumbuhan tidak.
Kemudian disempurnakan lagi dengan hidayatul
‘aqli (logika/akal). Di sini berlaku hukum sebab-akibat. Indera begitu
terbatas, sehingga akal menyempurnakannya. Misalkan, mata kita bisa saja
melihat sesuatu yang itu bukanlah realitas sebenarnya. Mata kita melihat bahwa
bulan itu lebih besar dari bintang, ternyata sebenarnya bintang itu lebih besar
dari bulan. Indera (dalam hal ini mata) begitu terbatas apa yang bisa
dicapainya. Karena itulah, akal pun mengatakan, bahwa tidak benar kalau bulan
itu lebih besar dari bintang, melainkan bintanglah yang lebih besar dari bulan.
Tetapi akal itu hanya bisa menjangkau alam yang syahadah (alam yang nyata),
yang itu bisa diriset dan diobservasi. Alam ini bukan yang syahadah saja,
melainkan juga ada yang gaib. Untuk yang gaib, maka turunlah wahyu dari Allah
kepada para Rasul, yaitu disampaikan bahwa di balik alam yang nyata dan tampak
ini, maka Yang Gaib dan Yang Menciptakannya adalah Allah. Maka, orang yang
menerima petunjuk itu disebut hidayatud-diin (petunjuk agama), yang kemudian
jadilah iman.
Ketika Allah memberikan akal, maka kepada orang
kafir juga diberikan. Tetapi hidayatud-diin (petunjuk agama) hanya diberikan kepada
orang yang beriman.
Apakah lagi yang terjadi di alam rahim?
Ketika di alam rahim itu ditetapkan oleh Allah
qadar (ukuran), yaitu rencana Allah kepada manusia. Ada empat qadar yang
ditetapkan oleh Allah, yaitu: umur, rezeki, bahagia, dan sengsara. Hal ini
termaktub di dalam Alquran:
Dan memberinya rezki dari arah yang tiada
disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah
akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang
dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap
sesuatu. (Q.S. 65 Ath-Thalaaq: 3)
Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang
apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian)
sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah
ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (Q.S. 33 Al-Ahzaab: 38)
(22) Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi
tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang
demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan
adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (23) (Kami
jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang
luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang
diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi
membanggakan diri, (Q.S. 57 Al-Hadiid: 22-23)
Jadi, ada dua kejadian di alam rahim (alam
arham). Pertama, yaitu integrasi ruh dengan jasad. Kedua, yaitu direncanakan
qadarnya
Disarikan dari Pengajian Ulumul Qur’an yang
disampaikan oleh Drs. H. Umay M. Dja’far Shidiq pada tanggal 10 Februari 2009
di Masjid Agung Sunda Kelapa-Jakarta. Transkriptor: Hanafi Mohan
ALAM DUNIA
Pengertian
Menurut
ajaran Islam, dunia atau alam dunia adalah tempat tinggal sementara.
Menurut keterangan hadits, dunia adalah tempat singgah bagi seorang musafir
yang sedang dalam perjalanan. Sesuai dengan sifatnya sebagai tempat tinggal
sementara atau tempat singgah seorang musafir, maka waktunya hanya sebentar
jika dibandingkan dengan akhirat atau alam akhirat yang merupakan tempat tujuan
akhir kehidupan manusia yang kekal abadi. Sebagai lawan dari alam akhirat yang
sifatnya gaib atau metafisika, alam dunia berarti alam syahadah atau fisika.
Dengan demikian, pengertian dunia mencakup langit dan bumi serta segala sesuatu
yang ada di dalam dan di antara keduanya yang dapat disaksikan.
Meskipun dunia hanya tempat tinggal sementara,
Islam mengajarkan seorang muslim tidak boleh melupakan kehidupannya di dunia
ini.
Dalam hal
ini Allah SWT berfirman: ”Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan
Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan
bagianmu dari (kenikmatan) duniawi…” (QS Al-Qashash [28]:77).
Dalam ayat yang lain dinyatakan dunia ini
diserahkan Allah SWT kepada manusia untuk dikelola dan dimanfaatkan demi
kepentingannya sendiri. Dalam kaitan ini, Allah SWT berfirman yang artinya: ”Dan
Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan
bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintahNya. Sesungguhnya pada
yang demikian itu, benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang
memahami (nya).” (QS An-Nahl [16]: 12).
Dalam QS Ibrahim (14) ayat 32
Allah SWT berfirman yang artinya: ”Allah lah yang telah menciptakan langit
dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit. Kemudian Dia mengeluarkan dengan
air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu: dan Dia telah
menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan
kehendak-Nya. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.”
Di samping Allah SWT menyerahkan dunia ini untuk
dikelola dan dimanfaatkan demi kepentingan manusia sendiri, Allah SWT juga
memperingatkan manusia supaya berhati-hati agar jangan sampai terbawa hanyut
oleh kehidupan dunia yang menyesatkan.
Di antara sifat-sifat kehidupan duniawi yang
harus diperhatikan sebagaimana yang dijelaskan Alquran adalah: (1) kehidupan
dunia hanya merupakan mainan dan senda gurau (QS.6:32); (2)
kehidupan dunia hanya merupakan permainan, sesuatu yang melalaikan dan
merupakan perhiasan untuk bermegah-megahan.
Di bagian lain, Allah SWT mengingatkan munculnya
kerusakan di dunia akibat ulah tangan manusia.Allah SWT berfirman dalam surat
Ar-Rum (30) ayat 41 yang artinya: ‘‘Telah nampak kerusakan di
darat dan laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah
merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka
kembali (ke jalan yang benar).” (Ensiklopedi Islam terbitan PT Ichtiar
Baru Van Hoeve Jakarta)
ALAM BARZAKH (ALAM KUBUR)
A.Pengertian
1. Alam
Barzakh adalah Alam Kubur dimana manusia melakukan 'penantian' untuk
dibangkitkan pada hari Kiamat. Jadi waktunya bisa berjalan jutaan tahun atau
mungkin malah miliaran tahun. Sejak dia meninggal sampai Kiamat Sughra, dan
kemudian dilanjutkan sampai hari Berbangkit.
2. Alam barzah adalah suatu dunia lain
yang dimasuki seseorang setelah meninggal dunia untuk menunggu datangnya
kebangkitan kembali pada hari kiamat. Pada alam kubur akan datang malaikat
mungkar dan nakir untuk memberikan pertanyaan seputar keimanan dan amal
perbuatan kita. Jika kita beriman dan termasuk orang baik, maka di dalam kubur
akan mendapatkan nikmat kubur yang sangat menyenangkan daripada nikmat duniawi,
sedangkan sebaliknya bagi orang yang tidak beriman kepada Allah SWT, siksa
kubur praneraka yang pedih sudah menanti di depan mata.
B.Dalil dalil Alam Barzakh
1. QS. Al Mu’minun (23): 99 - 100" Hingga apabila datang kematian kepada sesoorang di antara mereka,
dia berkata : Ya Tuhanku kembalikanlah
aku (ke dunia)""Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah
aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya
itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada dinding
(barzakh) sampai mereka dibangkitkan."Yang menarik dari keberadaan alam
Barzakh ini adalah waktunya. Banyak sekali ayat Al Qur'an yang menjelaskan
bahwa masa peralihan antara Alam Dunia dan Alam Akhirat itu terasa demikian
singkat. Kebangkitan kita dari Alam Kubur itu diibaratkan orang tidur, yang
kemudian dibangunkan. Dia tidak merasakan berapa lama tidur yang barusan
dialaminya.
2. QS. Yasin (36) : 52"Mereka berkata : Aduhai celakalah kami!
Siapakah yang membangkit-kan kami dari tempat tidur kami (kubur)?
3. QS.
Al Israa (17) : 52"Yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu
mematuhi-Nya sambil memujiNya dan kamu mengira bahwa kamu tidak berdiam (di
dalam kubur) kecuali sebentar saja
ALAM
AKHIRAT
A. Pengertian
Âkhirat (Arab: الآخرة , Âkhiroh)
dipakai untuk mengistilahkan kehidupan alam baka (kekal) setelah kematian/
sesudah dunia berakhir. Pernyataan peristiwa alam akhirat sering kali diucapkan
secara berulang-ulang pada beberapa ayat didalam Al Qur'an sebanyak 115 kali, yang mengisahkan
tentang Yawm al-Qiyâmah dan
akhirat juga bagian penting dari eskatologi Islam.
Akhirat dianggap sebagai salah satu dari rukun iman yaitu: Percaya Allah,
percaya adanya malaikat, percaya akan
kitab-kitab suci, percaya adanya nabi dan rasul
dan percaya takdir dan ketetapan.
Menurut kepercayaan Islam, Allah akan
memainkan peranan, beratnya perbuatan masing-masing individu. Allah akan
memutuskan apakah orang tersebut di akhirat akan diletakkan di Jahannam (neraka) atau
Jannah (surga).
Kepercayaan ini telah disebut sebelumnya sebagai Hari Penghakiman dalam ajaran
Islam .
Mereka-mereka yang beragama
samawi meyakini bahwa kehidupan akhirat sebagai tempat dimana segala perbuatan
seseorang didalam kehidupan dunia ini akan dibalas. Namun tidak sedikit juga
orang yang meragukan akan adanya kehidupan akhirat (kehidupan setelah
kematian). Mereka-mereka yang meyakini adanya kehidupan akhirat ada yang
menyatakan: 'Mudahnya meyakini adanya kehidupan setelah kematian sama mudahnya
dengan meyakini adanya hari esok setelah hari ini, adanya nanti setelah
sekarang, adanya memetik setelah menanam'. Dengan meyakini adanya kehidupan
akhirat setelah kehidupan didunia ini akan menjaga seseorang dari bertindak
sesuka hatinya, karena ia yakin segala hal yang ia perbuat dalam kehidupannya
sekarang akan dituainya kemudian di alam setelah kematian.
B. Etimologi
Asal
kata âkhirah (آخِرَة)
adalah al-âkhir (الآخِر)
yang berarti lawan dari al-awwal (الأوَّل)
atau “yang terdahulu”. Kata itu juga berarti “ujung dari sesuatu”,yang
biasanya menunjuk pada jangka waktu
Penggunaan kata âkhirah di dalam al-Quran menunjuk
pada pengertian alam yang akan terjadi setelah berakhirnya alam dunia. Dengan
kata lain, kata âkhirah merupakan antonim dari kata dunia (misalnya, di dalam
S. Al-Baqarah 2:201 dan S. Ali ‘Imran 3:152). Sejalan dengan pengertian asli
kata âkhirah, yang merupakan lawan dari yang awal, al-Quran juga menggunakan
kata al-ûla (الأُوْلَى =
yang pertama) untuk menunjuk pengertian dunia
C. Nama lain bagi hari akhirat
Hari akhirat memiliki
beberapa nama lain (julukan) yang diberikan oleh Allah sendiri melalui firman-Nya didalam Al Qur'an, diantaranya
adalah:
|
|
Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua, Sengaja ingin menulis
BalasHapussedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang
kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa
Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar
1M saya sters hampir bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa
melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya bertemu
dengan KYAI SOLEH PATI, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 3 hari
saya berpikir, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KYAI SOLEH PATI
kata Pak.kyai pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan
penarikan uang gaib 4Milyar dengan tumbal hewan, Semua petunjuk saya ikuti
dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 4M yang saya
minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya
buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada.
Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya
sering menyarankan untuk menghubungi KYAI SOLEH PATI Di Tlp 0852-2589-0869
agar di berikan arahan. Supaya tidak langsung datang ke jawa timur,
saya sendiri dulu hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sangat baik,
jika ingin seperti saya coba hubungi KYAI SOLEH PATI pasti akan di bantu Oleh Beliau
"Bandar togel singapore terbaik indonesia
BalasHapusAgen TOGEL 4DPOIN,Online Terpercaya.
Minimal Deposit Dan Withdraw 20.000
Keterangan Lebih Lanjut, Anda Bisa Hubungi Disini.
★ Pin BBM : D1A279B6
★ Pin BBM : 7B83E334
★ Whatsapp : +85598291698
★ Skype : Poin.4D
★ Line : +85598291698 "