Rabu, 27 Maret 2013

Alam-Alam Kehidupan Manusia


ALAM ALAM KEHIDUPAN MANUSIA

ALAM RUH

      Ruh,satu kata sederhana yang terbentuk dari susunan 3 huruf ternyata tidak mampu dijabarkan secara detil oleh manusia. Kamus-kamus bahasa yang ada di dunia juga tidak dapat menjabarkan arti ruh secara gamblang.
Ini merupakan salah satu bukti kebenaran yang di bawa oleh Rasulullah melalui firman Allah : " Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh, katakanlah, 'Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tiadalah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit' "   (QS. 17 : 85).
Di dunia modern, banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui rahasia ruh. Menyingkap keberadaan ruh saat manusia masih hidup dan juga saat ruh meninggalkan badan (mati).
Bukan pengetahuan tentang ruh yang diperolehnya, tetapi justru manusia menjadi kebingungan dan bahkan tidak mendapat apa-apa.
Ruh adalah suatu yang abstrak, yang tidak kasat mata, yang tidak dapat di raba dan dilihat. Ruh hanya dapat dirasakan dan dipahami melalui pendekatan agama, bukan secara ilmiah.

Dalam Al-Quran, Taurat dan kitab suci yang lain sangat sedikit sekali penjelasan tentang masalah ruh. Sekali lagi ruh adalah rahasia Tuhan dan sedikit sekali ilmu yang diberikan Allah mengenai hakekat ruh ini. Disini peranan agama, akal dan nurani mulai sangat diperlukan oleh manusia.
Karena ruh bersifat abstrak, hanya pendekatan kepada Tuhan saja yang mampu menyibak rahasia keajaiban ruh, akal sebagai kelebihan yang diberikan Tuhan kepada manusia (tidak diberikan kepada malaikat & mahluk lain) sebagai alat untuk menterjemahkan ayat-ayat Allah. Sedangkan hati nurani merupakan jembatan yang menghubungkan antara Tuhan & akal manusia.
  1. Alam arham adalah ketika manusia berada di rahim ibunya. Arham adalah bentuk jamak dari kata “rahim”. Rahim berarti kasih sayang. Alam arham adalah suatu alam di mana manusia dibentuk atas dasar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Saat di alam arham ini, sejak itulah terjalin kasih sayang yang disebut silaturahim.
2. Alam Rahim adalah masa kehidupan manusia sejak dalam tulang sulbi ayah dan rahim ibu sebelum dilahirkan. Ketika Allah SWT menciptakan Adam a.s. Dia menyimpankan zurriyat di tulang punggungnya yaitu kaum “ahli kanan” (ahlulyamin) dan kaum ahli kiri (ahlul-syimal). Allah SWT pernah mengeluarkan semua zurriyat ini dari tulang punggung Adam a.s. pada hari mitsaaq (hari pengambilan janji manusia untuk mengakui keesaan dan ketuhanan Allah SWT di Na'man, sebuah lembah yang dekat padang Arafah)
         Sebelum rahim itu ditempelkan kepada manusia, sebelum ditempelkan kepada manusia rasa kasih sayang Allah itu di sifat rahim tersebut, maka dia (rahim) berbicara kepada Allah, “Tuhan, inilah saatnya aku berlindung kepada-Mu dari putusnya tali kasih sayang.”
Dijawab oleh Allah, “Ketahuilah wahai rahim, Aku akan terhubungkan dengan orang yang menghubungkan denganmu, dan Aku akan memutuskan hubungan dengan orang yang memutuskanmu.” (Hadits Qudsi)
Kalau kita bertanya, apakah sekarang Allah sedang menyayangi kita atau tidak? Maka jawabannya, apakah sekarang kita sedang memutuskan persaudaraan atau tidak. Ketika durhaka terhadap ibu kita, maka berarti kita putus dari rahmat Allah. Ketika bermusuhan dengan saudara kita, berarti kita putus dengan rahmat Allah. Karena itulah, seperti diinformasikan Alquran, bahwa dosa kedua sesudah durhaka kepada Allah adalah dosa memutuskan silaturahim.
(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. (Q.S. Al-Baqarah: 27)
Dosa pertama manusia adalah mengingkari janji dengan Allah. Jika orang tersebut mulanya bertauhid tapi kemudian syirik, maka itu berarti dia melanggar janji dengan Allah. Semua ibadah yang dia lakukan menjadi tidak berarti. Dosa kedua adalah memutuskan apa yang diperintahkan oelh Allah untuk dihubungkan, yaitu silaturahim.
Informasi dari Alquran mengenai alam rahim adalah sebagai berikut:
(12) Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. (13) Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). (14) Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (Q.S. Al-Mu’minun: 12-14)
Ketika di dalam rahim ibu, jasad kita diciptakan dalam 7 tahap. Pertama, saripati tanah. Kedua, nuthfah (air mani yang bercampur dengan telur). Ketiga, ‘alaqah (segumpal darah yang melekat pada dinding rahim). Keempat, mudgah (segumpla daging yang warnanya merah kehitam-hitaman). Kelima, tulang-belulang. Keenam, tulang itu dibungkus oleh daging. Ketujuh, diberi bentuk lain, maksudnya dia tidak sama dengan bapaknya, tidak sama dengan ibunya, tidak sama dengan orang yang lain, sehingga tak ada manusia yang sama. Jangankan wajahnya, jangankan organ tubuhnya, bahkan sidik jarinya pun berbeda. Sehingga, karena sidik jari setiap manusia itu unik dan pasti berbeda, maka salah satu manfaatnya adalah polisi menjadi mudah mengidentifikasi kejahatan yang dilakukan oleh seseorang melalui sidik jari yang ditinggalkannya.
       Dalam suatu buku berjudul “Al-Arqam wa Tarqim fil Qur’anil Karim (Angka dan Bilangan dalam Al-Qur’an)” diuraikan, bahwa al-insaan (dalam bahasa Arab) yang artinya adalah manusia jumlah hurufnya adalah 7 (alif, lam, alif, nun, sin, alif, nun). Mengapa al-insan itu terdiri dari 7 huruf? Karena manusia diciptakan dalam rahim melalui 7 tahap. Kemudian dia hidup di alam dunia 7 hari dalam sepekan. Nanti setelah meninggal dunia, maka 7 alam lagi yang akan dijalani manusia, yaitu sakaratul maut, alam barzah, kiamat, yaumul ba’ats, yaumul mahsyar, neraka, dan, surga.
Karena itulah, ibadah haji itu serba tujuh: thawaf 7 putaran, sa’i 7 kali bolak-balik antara Shafa dan Marwa, melontar Jamrah 7 kali. Jadi semua ini sudah diatur secara sistematis oleh Allah.
Disebutkan juga di buku tersebut, bahwa manusia berada di antara pengaruh dua makhluk, sebelah kanannya malaikat, sebelah kirinya setan. Setan di dalam bahasa Arab adalah asy-syaithaanu. Malaikat bahasa Arabnya adalah al-malaaikatu. Jumlah huruf kedua-duanya sama-sama 7 huruf. Al-malaaikatu (alif, lam, mim alif hamzah, kaf, ta) dan Asy-syaithaanu (alif, lam, syin, ya, tha, alif, nun).
Kalau seperti ini, mungkinkah Alquran itu karangan Nabi Muhammad? Tidak mungkin.
Selanjutnya dalam buku itu juga disebutkan, bahwa kata-kata al-malaaikat dan kata-kata asy-syaithaan itu di Alquran terulang sama banyaknya, yaitu sama-sama 89 kali. Selanjutnya, masing-masing mempengaruhi manusia dengan 7 cara pula. Malaikat mempengaruhi manusia melalui 7 cara, dan setan pun menyesatkan manusia melalui 7 cara.
Setelah bentuk lain sempurna (seluruh organ tubuh manusia sempurna), disebutkan di dalam Alquran:
Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. (Q.S. Al-Hijr: 29)
Pada usia berapakah ruh tersebut ditiupkan? Di Alquran memang tidak disebutkan, tetapi di hadis disebutkan, yaitu pada usia 4 bulan (120 hari). Karena itulah, ibu-ibu yang hamil ketika 4 bulan mulai terasa di perutnya. Ketika itulah baru disebut manusia. Jadi, penggabungan ruh dan jasad itu terjadi di alam rahim. Karena manusia itu diciptakan dari dua komponen super, yaitu ruhnya dari Allah dan jasadnya dari tanah, maka manusia terikat dengan pemenuhan kebutuhan ruhani dan jasmani.
Perkembangan kejadian jasad 7 tahap menjadi sempurna sesudah 4 bulan Allah meniupkan ruh-Nya, maka jadilah manusia sebagai makhluk yang mono-dualistik (dua komponen dalam satu diri), yaitu komponen Ilahiah berupa ruh dan komponen benda berupa jasad.
Manusia menjadi hidup karena bergabungnya ruh dengan jasad. Begitu ruh keluar dari jasad, berarti manusia mati. Jasmani manusia asalnya tanah, jenisnya materi, sifatnya syahadah, kondisinya berubah dan rusak, masanya di dunia saja, kebutuhannya santapan jasmani, nilai ukuran santapan jasmani adalah uang. Ruhani manusia asalnya dari cahaya Allah, jenisnya immateri (bukan benda), sifatnya gaib, kondisinya kekal, masa hidupnya dunia sampai akhirat, kebutuhannya santapan ruhani, nilai ukurannya adalah pahala.
Semakin banyak pahala yang diproduksi dari iman dan amal shalaeh, maka akan semakin bahagia ruhnya. Semakin mampu manusia memproduksi uang, maka semakin terpenuhi kesempurnaan kebutuhan jasmaninya, sehingga semakin bahagia jasadnya. Tapi yang patut diingat, uang itu berguna untuk jasad yaitu selama jasad itu hidup, sedangkan jasad itu hanya hidup di dunia. Jadi, yang banyak uangnya bisa bahagia, namun hanya di dunia. Baru bahagia akhiratnya jika uangnya diubah menjadi pahala, seperti diinfakkan, dizakatkan, dan disedekahkan.
Sesudah digabungkan ruh dan jasad di alam rahim, lalu oleh Allah diberi hidayah (petunjuk). Di dalam Alquran disebutkan, bahwa Allah menciptakan manusia untuk mengujinya:
(1) Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (2) Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. (3) Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. (Q.S. Al-Insaan: 1-3)
Maka Allah memberikan petunjuk kepada manusia, yaitu: Pertama, hidayatul wujdan (naluri). Kedua, hidayatul hawaas (indera). Ketiga, hidayatul ‘aqli (akal atau logika). Keempat, hidayatud-diin (petunjuk agama atau iman).
Binatang diberikan petunjuk oleh Allah berupa hidayatul wujdan (naluri). Binatang tergerak mencari makan melalui nalurinya. Dia merasa ada bahaya, dia harus menghindar dari bahaya tersebut karena nalurinya. Hidayatul wujdan ini diberikan kepada binatang, tumbuh-tumbuhan, dan manusia.
Kemudian disempurnakan lagi dengan hidayatul hawaas (indera), yaitu berupa pendengaran, penglihatan, perabaan, pencicipan, dan penciuman. Indera ini diberikan kepada binatang dan manusia, sedangkan tumbuh-tumbuhan tidak.
Kemudian disempurnakan lagi dengan hidayatul ‘aqli (logika/akal). Di sini berlaku hukum sebab-akibat. Indera begitu terbatas, sehingga akal menyempurnakannya. Misalkan, mata kita bisa saja melihat sesuatu yang itu bukanlah realitas sebenarnya. Mata kita melihat bahwa bulan itu lebih besar dari bintang, ternyata sebenarnya bintang itu lebih besar dari bulan. Indera (dalam hal ini mata) begitu terbatas apa yang bisa dicapainya. Karena itulah, akal pun mengatakan, bahwa tidak benar kalau bulan itu lebih besar dari bintang, melainkan bintanglah yang lebih besar dari bulan. Tetapi akal itu hanya bisa menjangkau alam yang syahadah (alam yang nyata), yang itu bisa diriset dan diobservasi. Alam ini bukan yang syahadah saja, melainkan juga ada yang gaib. Untuk yang gaib, maka turunlah wahyu dari Allah kepada para Rasul, yaitu disampaikan bahwa di balik alam yang nyata dan tampak ini, maka Yang Gaib dan Yang Menciptakannya adalah Allah. Maka, orang yang menerima petunjuk itu disebut hidayatud-diin (petunjuk agama), yang kemudian jadilah iman.
Ketika Allah memberikan akal, maka kepada orang kafir juga diberikan. Tetapi hidayatud-diin (petunjuk agama) hanya diberikan kepada orang yang beriman.
Apakah lagi yang terjadi di alam rahim?
Ketika di alam rahim itu ditetapkan oleh Allah qadar (ukuran), yaitu rencana Allah kepada manusia. Ada empat qadar yang ditetapkan oleh Allah, yaitu: umur, rezeki, bahagia, dan sengsara. Hal ini termaktub di dalam Alquran:
Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Q.S. 65 Ath-Thalaaq: 3)
Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (Q.S. 33 Al-Ahzaab: 38)
(22) Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (23) (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, (Q.S. 57 Al-Hadiid: 22-23)
Jadi, ada dua kejadian di alam rahim (alam arham). Pertama, yaitu integrasi ruh dengan jasad. Kedua, yaitu direncanakan qadarnya
Disarikan dari Pengajian Ulumul Qur’an yang disampaikan oleh Drs. H. Umay M. Dja’far Shidiq pada tanggal 10 Februari 2009 di Masjid Agung Sunda Kelapa-Jakarta. Transkriptor: Hanafi Mohan

ALAM DUNIA
Pengertian
         Menurut ajaran Islam, dunia atau alam dunia adalah tempat tinggal sementara. Menurut keterangan hadits, dunia adalah tempat singgah bagi seorang musafir yang sedang dalam perjalanan. Sesuai dengan sifatnya sebagai tempat tinggal sementara atau tempat singgah seorang musafir, maka waktunya hanya sebentar jika dibandingkan dengan akhirat atau alam akhirat yang merupakan tempat tujuan akhir kehidupan manusia yang kekal abadi. Sebagai lawan dari alam akhirat yang sifatnya gaib atau metafisika, alam dunia berarti alam syahadah atau fisika. Dengan demikian, pengertian dunia mencakup langit dan bumi serta segala sesuatu yang ada di dalam dan di antara keduanya yang dapat disaksikan.
Meskipun dunia hanya tempat tinggal sementara, Islam mengajarkan seorang muslim tidak boleh melupakan kehidupannya di dunia ini.
 Dalam hal ini Allah SWT berfirman: ”Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi…” (QS Al-Qashash [28]:77).
Dalam ayat yang lain dinyatakan dunia ini diserahkan Allah SWT kepada manusia untuk dikelola dan dimanfaatkan demi kepentingannya sendiri. Dalam kaitan ini, Allah SWT berfirman yang artinya: ”Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintahNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya).” (QS An-Nahl [16]: 12).
Dalam QS Ibrahim (14) ayat 32 Allah SWT berfirman yang artinya: ”Allah lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit. Kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu: dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.”
Di samping Allah SWT menyerahkan dunia ini untuk dikelola dan dimanfaatkan demi kepentingan manusia sendiri, Allah SWT juga memperingatkan manusia supaya berhati-hati agar jangan sampai terbawa hanyut oleh kehidupan dunia yang menyesatkan.
Di antara sifat-sifat kehidupan duniawi yang harus diperhatikan sebagaimana yang dijelaskan Alquran adalah: (1) kehidupan dunia hanya merupakan mainan dan senda gurau (QS.6:32); (2) kehidupan dunia hanya merupakan permainan, sesuatu yang melalaikan dan merupakan perhiasan untuk bermegah-megahan.
Di bagian lain, Allah SWT mengingatkan munculnya kerusakan di dunia akibat ulah tangan manusia.Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Rum (30) ayat 41 yang artinya: ‘‘Telah nampak kerusakan di darat dan laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Ensiklopedi Islam terbitan PT Ichtiar Baru Van Hoeve Jakarta)



ALAM BARZAKH (ALAM KUBUR)

A.Pengertian
 1. Alam Barzakh adalah Alam Kubur dimana manusia melakukan 'penantian' untuk dibangkitkan pada hari Kiamat. Jadi waktunya bisa berjalan jutaan tahun atau mungkin malah miliaran tahun. Sejak dia meninggal sampai Kiamat Sughra, dan kemudian dilanjutkan sampai hari Berbangkit.
2. Alam barzah adalah suatu dunia lain yang dimasuki seseorang setelah meninggal dunia untuk menunggu datangnya kebangkitan kembali pada hari kiamat. Pada alam kubur akan datang malaikat mungkar dan nakir untuk memberikan pertanyaan seputar keimanan dan amal perbuatan kita. Jika kita beriman dan termasuk orang baik, maka di dalam kubur akan mendapatkan nikmat kubur yang sangat menyenangkan daripada nikmat duniawi, sedangkan sebaliknya bagi orang yang tidak beriman kepada Allah SWT, siksa kubur praneraka yang pedih sudah menanti di depan mata.


B.Dalil dalil Alam Barzakh

1. QS. Al Mu’minun (23): 99 - 100" Hingga apabila datang kematian kepada sesoorang di antara mereka, dia berkata : Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia)""Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada dinding (barzakh) sampai mereka dibangkitkan."Yang menarik dari keberadaan alam Barzakh ini adalah waktunya. Banyak sekali ayat Al Qur'an yang menjelaskan bahwa masa peralihan antara Alam Dunia dan Alam Akhirat itu terasa demikian singkat. Kebangkitan kita dari Alam Kubur itu diibaratkan orang tidur, yang kemudian dibangunkan. Dia tidak merasakan berapa lama tidur yang barusan dialaminya.
2. QS. Yasin (36) : 52"Mereka berkata : Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkit-kan kami dari tempat tidur kami (kubur)?
 3. QS. Al Israa (17) : 52"Yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memujiNya dan kamu mengira bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja

ALAM AKHIRAT

A.    Pengertian
   Âkhirat (Arab: الآخرة , Âkhiroh) dipakai untuk mengistilahkan kehidupan alam baka (kekal) setelah kematian/ sesudah dunia berakhir. Pernyataan peristiwa alam akhirat sering kali diucapkan secara berulang-ulang pada beberapa ayat didalam Al Qur'an sebanyak 115 kali, yang mengisahkan tentang Yawm al-Qiyâmah dan akhirat juga bagian penting dari eskatologi Islam.
Akhirat dianggap sebagai salah satu dari rukun iman yaitu: Percaya Allah, percaya adanya malaikat, percaya akan kitab-kitab suci, percaya adanya nabi dan rasul dan percaya takdir dan ketetapan.
      Menurut kepercayaan Islam, Allah akan memainkan peranan, beratnya perbuatan masing-masing individu. Allah akan memutuskan apakah orang tersebut di akhirat akan diletakkan di Jahannam (neraka) atau Jannah (surga). Kepercayaan ini telah disebut sebelumnya sebagai Hari Penghakiman dalam ajaran Islam .
      Mereka-mereka yang beragama samawi meyakini bahwa kehidupan akhirat sebagai tempat dimana segala perbuatan seseorang didalam kehidupan dunia ini akan dibalas. Namun tidak sedikit juga orang yang meragukan akan adanya kehidupan akhirat (kehidupan setelah kematian). Mereka-mereka yang meyakini adanya kehidupan akhirat ada yang menyatakan: 'Mudahnya meyakini adanya kehidupan setelah kematian sama mudahnya dengan meyakini adanya hari esok setelah hari ini, adanya nanti setelah sekarang, adanya memetik setelah menanam'. Dengan meyakini adanya kehidupan akhirat setelah kehidupan didunia ini akan menjaga seseorang dari bertindak sesuka hatinya, karena ia yakin segala hal yang ia perbuat dalam kehidupannya sekarang akan dituainya kemudian di alam setelah kematian.

B. Etimologi

     Asal kata âkhirah (آخِرَة) adalah al-âkhir (الآخِر) yang berarti lawan dari al-awwal (الأوَّل) atau “yang terdahulu”. Kata itu juga be­rarti “ujung dari sesuatu”,yang biasanya menunjuk pada jangka waktu
Penggunaan kata âkhirah di dalam al-Quran menunjuk pada pengertian alam yang akan terjadi setelah berakhirnya alam dunia. Dengan kata lain, kata âkhirah merupakan antonim dari kata dunia (misalnya, di dalam S. Al-Baqarah 2:201 dan S. Ali ‘Imran 3:152). Sejalan dengan pengertian asli kata âkhirah, yang merupakan lawan dari yang awal, al-Quran juga menggunakan kata al-ûla (الأُوْلَى = yang pertama) untuk menunjuk pengertian dunia

C. Nama lain bagi hari akhirat

Hari akhirat memiliki beberapa nama lain (julukan) yang diberikan oleh Allah sendiri melalui firman-Nya didalam Al Qur'an, diantaranya adalah:


  • Al-Ghâsyiyah (Arab: الغاشية) - Peristiwa Yang Dahsyat[7]
  • Al-Qâri‘ah (Arab: القارعة) - Yang Menggemparkan[8]
  • Ar-Râjifah (Arab: الرجفة) - Yang Menggetarkan
  • As-Sâ'ah (Arab: السَّاعَة) - Kehancuran[9]
  • At-Thaamah (Arab: اظمة) - Bencana
  • Al-Wâqi‘ah (Arab: الْوَاقِعَةُ) - Peristiwa Yang Pasti Terjadi[10]
  • Al-Zalzalah (Arab: الزلزلة) - Kegoncangan[11]
  • Yawm ad-Dîn (Arab: يَوْمِ الدِّينِ) - Hari Penghakiman[12]
  • Yawm al-Âkhir (Arab: يَوْمِ الآخِرُ) - Hari Akhir[13]
  • Yawm al-Alîm Arab: يو م أليم) - Hari Yang Menyedihkan[14]
  • Yawm al-‘Azhim (Arab: يَوْمٌ عَظِيْمٌ ) - Hari Yang Besar[15]
  • Yawm al-Âzifah (Arab: يَوْمُ الآزِفَةِ) - Hari Yang Dekat[16]
  • Yawm al-Ba'ats (Arab: يوم البث) - Hari Kebangkitan
  • Yawm al-Fashl (Arab: يَوْمُ الْفَصْلِ) - Hari Keputusan
  • Yawm al-Fath (Arab: يَوْمُ الْفَتْحِ) - Hari Kemenangan
  • Yawm al-Haqq (Arab: يَوْمُ الْحَقِّ) - Hari Kebenaran
  • Yawm al-Hasrah (Arab: يَوْمٌ الْحَسْرَةِ) - Hari Penyesalan
  • Yawm al-Hasyr (Arab: يوماالحشر) - Hari Perhimpunan
  • Yawm al-Hisãb (Arab: يومالْحِسَابِ) - Hari Perhitungan
  • Yawm al-Jam‘i' (Arab: يَوْمُ الْجَمْعِ) - Hari Pengumpulan[23]
  • Yawm al-Jaza' (Arab: يوم الجزاء) - Hari Pembalasan/ Hukuman[24]
  • Yawm al-Khulûd (Arab: يَوْمُ الْخُلُوْدِ) - Hari Kekekalan[25]
  • Yawm al-Khurûj (Arab: يَوْمُ الْخُرُوْجِ ) - Hari Keluar dari Kubur[26]
  • Yawm al-Mahsyar (Arab: يومالمحشر) - Hari Berkumpul di Mahsyar[27]
  • Yawm al-Mau‘ûd (Arab: يَوْمُ الْمَوْعُوْدُ ) - Hari Yang Dijanjikan[28]
  • Yawm al-Mizan (Arab: يَوْمَالميزان) - Hari Penimbangan[29]
  • Yawm al-Qiyāmah (Arab: يَوْمُ الْقِيَامَةِ) - Hari Kebangkitan[30]
  • Yawm al-Wa’iid (Arab: يَوْمُ الْوَعِيدِ ) - Hari Ancaman[31]
  • Yawm an-Nusyur (Arab: يوم انوسر) - Hari Kembali
  • Yawm ‘Aqîm (Arab: يَوْمٌ عَقِيْمٌ) - Hari Siksaan
  • Yawm at-Taghâbun (Arab: يَوْمُ التَّغَابُنِ) - Hari Pengungkapan Kesalahan
  • Yawm at-Tanad (Arab: يَوْمَ التَّنَادِ) - Hari Panggil Memanggil
  • Yawm ath-Thalâq (Arab: يَوْمُ الطَّلاَقِ) - Hari Pertemuan
  • Yawm azh-Zhullah (Arab: يَوْمُ الظُّلَّةِ) - Hari Naungan
  • Yawm Kabîr' (Arab: يَوْمٌ كَبِيْرٌ) - Hari Yang Besar
  • Yawm Ma‘lûm (Arab: يَوْمٌ مَعْلُوْمٌ) - Hari Yang Dikenal
  • Yawm Muhîth (Arab: يَوْمٌ مُحِيْطٌ) - Hari Yang Membinasakan

2 komentar:

  1. Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua, Sengaja ingin menulis
    sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang
    kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa
    Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar
    1M saya sters hampir bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa
    melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya bertemu
    dengan KYAI SOLEH PATI, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 3 hari
    saya berpikir, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KYAI SOLEH PATI
    kata Pak.kyai pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan
    penarikan uang gaib 4Milyar dengan tumbal hewan, Semua petunjuk saya ikuti
    dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 4M yang saya
    minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya
    buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada.
    Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya
    sering menyarankan untuk menghubungi KYAI SOLEH PATI Di Tlp 0852-2589-0869
    agar di berikan arahan. Supaya tidak langsung datang ke jawa timur,
    saya sendiri dulu hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sangat baik,
    jika ingin seperti saya coba hubungi KYAI SOLEH PATI pasti akan di bantu Oleh Beliau

    BalasHapus
  2. "Bandar togel singapore terbaik indonesia

    Agen TOGEL 4DPOIN,Online Terpercaya.
    Minimal Deposit Dan Withdraw 20.000
    Keterangan Lebih Lanjut, Anda Bisa Hubungi Disini.
    ★ Pin BBM : D1A279B6
    ★ Pin BBM : 7B83E334
    ★ Whatsapp : +85598291698
    ★ Skype : Poin.4D
    ★ Line : +85598291698 "

    BalasHapus